Rabu, 14 Maret 2012

Definisi, Pengertian Biodiversity dan Revolusi


           
      Definisi Biodiversity. Biodiversity (keanekaragaman hayati) merupakan suatu istilah pembahasan yang mencakup segala bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi.
            Secara singkat definisi biodiversity merupakan keanekaragaman makhluk hidup dan hal-hal yang berhubungan dengan ekologinya, dimana makhluk hidup tersebut terdapat. Keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkatan yang meliputi keanekaragaman genetik, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

            Revolusi biru adalah usaha manusia dalam pemanfaatan SDA Hayati untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam hal pangan terutama kebutuhan protein.
Kekayaan sumber daya akan hayati laut dapat berasal dari hewan, maupun protista. Kekayaan laut yang berasal dari hewan meliputi :
  • Ikan
  • Kerang
  • Udang
  • Kepiting
  • Cumi-cumi
Contoh Protista :
Rhodophita – seperti Euchema spinosum, Gellidium Gracilaria merupakan bahan pembuat agar-agar di Kabupaten Sinjai, Takalar, Maros, Pangkep, Lamongan, Sumbawa Besar. Glacilaria telah dibudidayakan dengan metode dasar dan metode lepas dasar.
Chloropyta – Chlorella adalah suatu jenis ganggang hijau bersel satu yang memiliki kandungan protein sangat tinggi yaitu 50 % dari berar kering, dikenal sebagai PST (Protein Sel Tunggal). Di Jepang, Chlorela telah dibudidayakan dan dikemas dalam bentuk tablet.

            Revolusi hijau adalah usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian yang tadinya menggunakan teknologi tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju atau modern.
Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain. (serealia adalah tanaman biji-bijian)
Revolusi hijau mendasarkan diri pada empat pilar penting yaitu
1. penyediaan air melalui sistem irigasi,
2.  pemakaian pupuk kimia secara optimal,
3. penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu, dan
4. penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas.
            Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadilah peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu.

            Revolusi putih adalah usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam melalui rekayasa mikroba ( ragi, bakteri, alga ). Contoh : Kecap, tape, tempe, chloralla ( alga hijau ), dll.

0 komentar:

Poskan Komentar